Benarkah Gembong Mafia Hidup Penuh Glamor? Fakta ini Dapat Menghancurkan Imajinasi Anda

Setelah diamati, para ahli mengatakan bahwa di dalam kehidupan nyata, para gembong mafia itu lebih mementingkan keamanan dibandingkan dengan mengejar kemewahan.

Hari-hari mereka tidaklah seperti yang digambarkan karya sastra dan seni sineas yang sedemikian mulia dan cemerlang.

Tempat tinggal model “gua” tanpa sinar matahari

Surat kabar Inggris “The Independent” menggunakan istilah “tikus” untuk menggambarkan realitas kehidupan para gembong mafia.

John Joseph Gotti (kiri bawah) adalah salah satu tokoh prototype film-film gangster ala “Godfather” yang diperankan oleh John Travolta (kiri atas). Foto resmi terakhir John Joseph Gotti pada 2001 sebelum ajal menjemput di dalam penjara pada 2002 akibat penyakit kanker pangkal tenggorokan (kanan). (Internet)

Itu dikarenakan dalam menghadapi bahaya penangkapan oleh pihak otoritas dan serangan dari geng mafia lain, mereka memilih untuk tinggal di “rumah” bawah tanah sejenis “gua” dan tinggal selama beberapa minggu, bahkan beberapa tahun.

Gua ini meskipun aman, tapi biasanya berukuran kecil dan fasilitasnya tergolong sederhana.

Pada 2015 ketika polisi Italia menangkap 4 anggota dan dua kaki tangan Camorra, gangster terkenal di Naples, dimana pengusaha yang ditangkap Francesco Nobis dianggap telah menyediakan beberapa tempat tinggal di bawah tanah bagi geng Camorra.

Beberapa di antaranya telah menjadi tempat persembunyian selama lebih dari 15 tahun dari para tokoh tingkat tinggi geng Camorra tersebut.

Salah seorang lainnya yang ditangkap adalah Carmine Domenico Nocera seorang arsitek yang dianggap melayani geng Camorra dan membangun bunker bawah tanah untuk mereka.

Pada Desember 2011, polisi militer Italia di bunker bawah tanah, menangkap big boss Camorra, Michele Zagaria, kakak perempuannya, Gesualda dan kemenakannya Filippo Capaldo. Bunker bawah tanah ini diperkirakan dirancang-bangun oleh Nocera.

Big boss Camorra Italia, Michele Zagaria (tengah), ditangkap pada 2011 dari gua bawah tanah, kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. (ROBERTO SALOMONE / AFP / Getty Images)

Zagaria yang berusia 53 tahun selalu dianggap haus darah, dan penyelidikan atas kasus tersebut setelah dikonfirmasi lebih lanjut ternyata dia telah bersembunyi dalam bunker bawah tanah dengan dinding beton setebal 1,5 meter selama 16 tahun. Dia akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Antonio Iovine, pendahulu Zagaria, juga bersembunyi di dalam lubang bawah Tanah dan akhirnya ditangkap.

Bunker bawah Tanah tempat persembunyian Antonio Iovine pada waktu itu, dibangun di bawah rumah hunian di San Ciprianod’Aversa, tempat tidur untuk dua orang di rumah itu merupakan lubang masuk ke bunker bawah tanah, sedangkan TV dan sebuah CCTV terhubung ke sistem kamera video yang memadati dinding luar hunian.

Para ahli mengatakan bahwa kondisi tempat tinggal para gangster miliarder ini sungguh mirip dengan penjara, hidup mereka bahkan tidak dapat melihat matahari.

Psikiater Corrado de Rosa adalah saksi ahli kasus mafia, dia mengatakan, bos mafia memilih tinggal di bawah tanah di lokasi geng mereka, karena dua alasan, “Mereka lebih banyak dilindungi oleh orang-orang yang mereka kenal dan mereka harus sering tampil untuk mengurus bisnis, menyelesaikan perselisihan antara anggota geng dan lain-lain.”

Cucu gembong mafia dijatuhi hukuman 8 tahun

Pada 1 Maret 2017 lalu, John Joseph Gotti Yunior, seorang cucu lelaki godfather keluarga “Gambino” geng New York, dijatuhi hukuman 8 tahun penjara karena perdagangan narkoba.

Reuters melaporkan bahwa Gotti Yunior pada bulan Agustus tahun sebelumnya, ditangkap pada aksi penggerebekan mafia oleh Biro Investigation Federal (FBI).

Ketika itu ia ditemukan bersama 850 kapsul oxycodone dan uang tunai sebesar $ 250.000 (Rp. 3,6 miliar).

Sebelumnya polisi telah memasang alat penyadap di mobil Gotti yunior dan terekamlah pembicaraan perdagangan obat-obatan terlarang yang direncanakan sebesar $ 1,6 juta per tahun.

Polisi menyita uang tunai saat penangkapan. Jaksa Wilayah Queensland, Richard A. Brown, mengatakan bahwa setelah Gotti Yunior menjalani 8 tahun hukuman penjara, sebagai hukuman tambahan, ia akan menjalani masa pengawasan pengadilan selama 5 tahun.

Pada Agustus 2016, hakim federal Preet Bharara menggugat 46 anggota anggota mafia New York dari 4 kelompok gangster terkenal di New York: Genovese, Bonanno, Gambino dan Lucchese serta kelompok gangster Philadelphia yang dipimpin oleh Joseph Merlino.

Kakek Gotti Yunior dengan julukan Teflon Don atau Dapper Don (John Joseph Gotti), pernah aktif pada abad lalu 1980an.

Apakah menjadi gembong mafia itu keren dan hidupnya sangat mewah? Fakta berbicara. (ROBERTO SALOMONE / AFP / Getty Images / Epoch Times)

Dia suka membuat sensasi, dengan misalnya mengenakan pakaian gaya barat yang gemerlapan muncul di depan media, bahkan saking licinya setiap kali dituntut selalu dapat lolos dari jeratan hukum.

Tapi kemudian ditangkap karena dilaporkan tentang kegiatan rahasianya, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dan pada 2002 meninggal karena menderita kanker pangkal tenggorokan di Illinois.

Sumber : http://www.erabaru.net/

 

Pria ini Sama Sekali Tak Tahu, Kalau Pengganjal Pintunya Selama 9 Tahun itu adalah Permata Senilai 80 Juta Dollar!

Dapatkah Anda bayangkan memegang $ 80 juta di tangan Anda dan tidak mengetahuinya?
Itulah yang terjadi pada Harry Spencer saat ia menggunakan salah satu safir terbesar di dunia sebagai penahan pintu selama 9 tahun.

Pada pertengahan 1930-an, Roy Spencer yang berusia 12 tahun menemukan kristal hitam besar di sebuah lapangan di Queensland, Australia.

Tak sabar ingin menunjukkan pada ayahnya, ia berlari pulang ke rumah.

Harry Spencer adalah seorang penambang dan berpikir kalau putranya baru saja hanya menemukan sebuah batu kristal biasa, bahkan walaupun benda itu sedikit lebih besar dari ukuran normal.

Demi menjadi ayah yang baik dia mengatakan oooohed dan aaaahhhhedhed dan menaruh harta anaknya untuk bekerja sebagai penahan pintu, tempat benda itu berdiam selama 9 tahun kemudian.

GAMBAR Sumber: The National Sapphire Company

Hampir satu dasawarsa kemudian Harry mengetahui bahwa safir bisa lebih banyak warna selain biru, sebenarnya bisa muncul dalam hampir setiap warna (kecuali warna merah) – termasuk warna hitam.

Dia melihat lebih dekat ke penahan pintu rumahnya dan menemukan permata di dalamnya.

Dia mulai mencari pembeli dan akhirnya menjual permata mentah itu ke toko perhiasan dari Los Angeles.

Harry Kazanjian membeli safir seukuran telapak tangan itu seharga $ 18.000 pada tahun 1947, yang harganya sekitar $ 185.000 saat ini!

Kazanjian adalah seorang ahli safir dan yakin bahwa permata yang baru dia beli itu adalah “safir bintang” unik yang akan sangat meningkat nilainya jika dipotong dengan benar.

Safir bintang memiliki lipatan unik yang berkilau berbeda dari permata lainnya. Ini akan menciptakan efek optik yang disebut “asterisme” yang bersinar seperti bintang berujung 6.

GAMBAR Sumber Daily Sparkle

Setelah 2 bulan penelitian dan perencanaan yang matang, Kazanikan memotong safir hampir setengahnya, mengungkapkan bahwa batu itu adalah safir bintang yang selalu dia yakini.

Setelah dipotong nilai batu safir itu membengkak menjadi lebih dari $ 1 juta pada tahun 1949.

Ini adalah penahan pintu yang mahal. (Sumber Lustig Jewelers)

Safir itu telah terjual berkali-kali, dan saat ini dipamerkan untuk beberapa museum paling terkenal di dunia.

Dikenal sebagai Bintang Hitam dari Queensland, safir tersebut dimasukkan dalam sebuah kalung berlian dan bernilai sekitar $ 80.000.000. (iin/rp)

Sumber : http://www.erabaru.net/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *